
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menenangkan diri—berjalan kaki, mendengarkan musik, atau duduk diam sambil melihat langit di sore hari. Tapi dari semua itu, menulis punya cara yang unik. Ia tidak hanya memberi ruang untuk berhenti, tapi juga membuat kita mendengar kembali isi kepala sendiri.
Saya tidak selalu suka menulis. Bahkan, kadang saya merasa sangat bingung untuk menuangkan sesuatu ke dalam kata. Tapi setiap kali saya benar-benar meluangkan waktu untuk menulis, rasanya seperti membereskan meja yang berantakan: kita jadi tahu mana yang penting, mana yang bisa dibuang, dan mana yang bisa disimpan untuk nanti.
Menulis itu menenangkan karena tidak ada yang menilai. Tidak harus rapi. Tidak harus masuk akal. Kita hanya perlu jujur, dan kadang—cukup jujur pada diri sendiri.
Dan dalam kejujuran itu, pelan-pelan ada rasa lega.



