
Kalau hidup ini game RPG, maka barang-barang kecil di sekitarku adalah equipment level rendah… tapi overpowered.
Contohnya: charger panjang — Penyelamat dari drama ponsel 3% saat posisi colokan jauh di seberang ranjang dan diri ini terlalu nyaman tengkurap sambil mikirin hidup. Atau kaos lengan panjang, yang entah mengapa rasanya selalu aman aja pakai itu. Mau cuaca mendung, panas, hujan, atau lagi ingin merasa “tidak terlalu terlihat” — kaos lengan panjang selalu paham. Kadang longgar, kadang warnanya netral, kadang udah agak luntur tapi nyaman. Dan jujur aja… itu udah cukup jadi pelukan paling ramah dalam versi kain.
Ada juga gunting kuku, benda sederhana yang sering dilupakan… sampai kuku mulai menyakiti keyboard tanpa alasan atau menyangkut di jaket. Satu alat yang bisa bikin kamu merasa lebih manusiawi dan sedikit lebih siap menghadapi dunia.
Dan tentu saja, earphone kabel. Meski sering kusut kayak isi kepala saat overthinking, benda ini selalu setia jadi tembok suara. Nggak perlu mahal, yang penting bisa bantu kabur sejenak dari keramaian — atau dari pikiran sendiri. Kadang cuma butuh satu lagu lama dan dunia terasa lebih bisa ditoleransi.
Terakhir, sendok di tas. Beberapa orang heran, aku sih realistis: kalau kamu udah pernah pesan bubur buat dibawa ketempat kerja tapi pas dibuka…, kamu akan mengerti
Hidup memang tidak selalu penuh kejutan manis. Tapi dengan barang-barang kecil ini, setidaknya kita bisa bilang: “Oke, hidup lagi random, tapi aku pakai kaos andalan.”



