Hari ke-2: Apa yang Saya Pelajari dari Diam

Diam sering kali disalahartikan sebagai tidak tahu, tidak peduli, atau bahkan tidak hadir.
Padahal, diam bisa jadi adalah bentuk paling jujur dari mendengar.
Dalam diam, saya belajar untuk memberi ruang — bukan hanya untuk orang lain berbicara, tapi juga untuk diri sendiri.
Karena ketika dunia terlalu bising, diam bisa jadi tempat berlindung yang tenang.
📌 Dari diam, saya belajar…
– Bahwa tidak semua pertanyaan butuh jawaban secepatnya.
– Bahwa perasaan tidak harus selalu dijelaskan dengan kata.
– Bahwa mendengarkan bukan berarti lemah, justru itulah bagian dari memahami.
Diam membuat saya mengenali suara hati yang sering saya abaikan.
Ia tidak berteriak, tapi juga tidak pernah benar-benar pergi.
🌙 Menutup mulut bukan berarti kehilangan suara — tapi itulah saat untuk mengoreksi diri sendiri.

Refleksi kecil hari ini:

Mungkin kita tidak selalu perlu berkata.
Kadang, hadir saja sudah cukup.

atau kamu punya pendapat lain? komen dibawah yaa..

Scroll to Top